MAKALAH
PEMBERIAN ASI
EKSKLUSIF

KELAS : 1A
NAMA KELOMPOK :
1. Ovi Yulia P (121237)
2. Isni Yosieu (121242)
3. Zachia Eriyanti (121252)
4. Yasinta G.C (121254)
5. Nurlaili Riske A (121255)
6. Vivi Hidayati (121258)
7. Rizki Yudhi R (121260)
8. Lily Eka Fatimah (121232)
AKADEMI KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO
2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
v LATAR BELAKANG.
Terjadinya
kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga
karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan
jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial
dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi
Pertumbuhan
dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh
termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI
tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia
sekitar empat bulan. Setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein
vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu
pada beras.
ASI
sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun
akhir-akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan
keuntungan menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari
alat pengganti, padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu
botol atau susu formula. Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya
hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari
peningkatan penggunaan ASI.
Berbagai
alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalam pemanfaatan ASI secara
Eksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksi ASI kurang, kesulitan
bayi dalam menghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu
bekerja, keinginan untuk disebut modern dan pengaruh iklan/promosi pengganti
ASI dan tdak kalah pentingnya adalah anggapan bahwa semua orang sudah memiliki
pengetahuan tentang manfaat ASI .
BAB II
PEMBAHASAN
v PENGERTIAN
ASI EKSKLUSIF
Air
Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan
garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna
sebagai makanan bagi bayinya. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan
dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air
putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.
ASI
dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi
kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang
pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang
optimal. Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia
menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang
terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup
empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.
v BAGAIMANA MENCAPAI ASI EKSKLUSIF
WHO
dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai
ASI eksklusif yaitu dengan menyusui dalam satu jam setelah kelahiran Menyusui
secara ekslusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain,
bahkan air putih sekalipun. Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand),
sesering yang bayi mau, siang dan malam. Tidak menggunakan botol susu maupun
empeng.
Mengeluarkan
ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak serta
mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang.
v KESALAHPAHAMAN MENGENAI ASI
EKSKLUSIF
Setelah
ASI ekslusif enam bulan tersebut, bukan berarti pemberian ASI dihentikan.
Seiiring dengan pengenalan makanan kepada bayi, pemberian ASI tetap dilakukan,
sebaiknya menyusui dua tahun menurut rekomendasi WHO.
v KEBAIKAN ASI DAN MENYUSUI
ASI
sebagai makanan bayi mempunyai kebaikan/sifat sebagai berikut:
a.
ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah
dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan pencernaan bayi.
b.
ASI mengadung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan.
Didalam usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat
untuk:
*
Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
*
Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan
mensintesa beberapa jenis vitamin.
*
Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat.
*
Memudahkan penyerahan herbagai jenis mineral, seperti calsium, magnesium.
c.
ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6
bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4,
Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
d.
ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada
bayi.
e.
Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi.
Selain memberikan kebaikan bagi bayi, menyusui
dengan bayi juga dapat memberikan keuntungan bagi ibu, yaitu:
a. Suatu
rasa kebanggaan dari ibu, bahwa ia dapat memberikan “kehidupan” kepada bayinya.
b. Hubungan
yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi
perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.
c. Dengan
menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian
keukuran sebelum hamil
d. Mempercepat
berhentinya pendarahan post partum.
e. Dengan
menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberpa bulan (menjarangkan
kehamilan)
f. Mengurangi
kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang.
g. Menambah
panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan
h. Memberi
jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya
i.
Karena kembalinya menstruasi tertunda,
ibu menyusui tidak membutuhkan zat besisebanyak ketika mengalami menstruasi
j.
Ibu lebih cepat langsing. Penelitian
membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kg dibanding
ibu yang menyusui empat bulan.
k. ASI
lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu,
dot, dsb
l.
ASI lebih praktis karena ibu bisa
jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak perlengkapan seperti
botol, kaleng susu formula, air panas, dsb
m. ASI
lebih murah, karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan perlengkapannya
n. ASI
selalu bebas kuman, sementara campuran susu formula belum tentu steril
o. ASI
tak bakalan basi. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara.
Bila gudang ASI telah kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali
oleh tubuh ibu. Jadi, ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu
memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui.
Untuk
Keluarga
Tidak
perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu kayu bakar atau minyak untuk
merebus air, susu atau peralatan.
a. Bayi
sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan
kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
b. Penjarangan
kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif.
c. Menghemat
waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
d. Memberikan
ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu
siap tersedia.
e. Lebih
praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll.
Untuk Masyarakat dan
Negara
a. Menghemat
devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain
untuk persiapannya.
b. Bayi
sehat membuat negara lebih sehat.
c. Terjadi
penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit.
d. Memperbaiki
kelangsungan hidup anak dengan menurunkan kematian.
e. Melindungi
lingkungan karena tak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus
air, susu dan peralatannya.
f. ASI
adalah sumber daya yang terus menerus diproduksi dan baru.
v PRODUKSI ASI
Berdasarkan
waktu diproduksi, ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Colostrum
merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang
mengandung tissue debris dan redual material yang terdapat dalam alveoli dan
ductus dari kelenjar mamae sebelum dan segera sesudah melahirkan anak.
Tentang
colostrum
-
Disekresi oleh kelenjar mamae dari hari pertama sampai hari ketiga atau
keempat, dari masa laktasi.
-
Komposisi colostrum dari hari ke hari berubah.
-
Merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning
dibandingkan ASI Mature.
-
Merupakan suatu laxanif yang ideal untuk membersihkan meconeum usus bayi yang
baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan
selanjutnya.
-
Lebih banyak mengandung protein dibandingkan ASI Mature, tetapi berlainan
dengan ASI Mature dimana protein yang utama adalah casein pada colostrum
protein yang utama adalah globulin, sehingga dapat memberikan daya perlindungan
tubuh terhadap infeksi.
-
Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI Mature yang dapat memberikan
perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama.
-
Lebih rendah kadar karbohidrat dan lemaknya dibandingkan dengan ASI Mature.
-
Total energi lebih rendah dibandingkan ASI Mature yaitu 58 kalori/100 ml
colostrum.
-
Bila dipanaskan menggumpal, ASI Mature tidak.
-
PH lebih alkalis dibandingkan ASI Mature.
-
Lemaknya lebih banyak mengandung Cholestrol dan lecitin di bandingkan ASI
Mature.
-
Terdapat trypsin inhibitor, sehingga hidrolisa protein di dalam usus bayi
menjadi krang sempurna, yangakan menambah kadar antobodi pada bayi.
-
Volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam.
2. Air
Susu Masa Peralihan (Masa Transisi)
a. Merupakan
ASI peralihan dari colostrum menjadi ASI Mature.
b. Disekresi
dari hari ke 4 – hari ke 10 dari masa laktasi, tetapi ada pula yang berpendapat
bahwa ASI Mature baru akan terjadi pada minggu ke 3 – ke 5.
c. Kadar
protein semakin rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi.
d. Volume
semakin meningkat.
3. Air
Susu Mature
-
ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya, yang dikatakan komposisinya
relatif konstan, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa minggu ke 3 sampai ke 5
ASI komposisinya baru konstan.
-
Merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi, bahkan ada yang mengatakan pada
ibu yangs ehat ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan
pertama bagi bayi.
-
ASI merupakan makanan yang mudah di dapat, selalu tersedia, siap diberikan pada
bayi tanpa persiapan yang khusus dengan temperatur yang sesuai untuk bayi.
-
Merupakan cairan putih kekuning-kuningan, karena mengandung casienat, riboflaum
dan karotin.
-
Tidak menggumpal bila dipanaskan.
-
Volume: 300 – 850 ml/24 jam
-
Terdapat anti microbaterial factor, yaitu:
•
Antibodi terhadap bakteri dan virus.
•
Cell (phagocyle, granulocyle, macrophag, lymhocycle type T)
•
Enzim (lysozime, lactoperoxidese)
•
Protein (lactoferrin, B12 Ginding Protein)
•
Faktor resisten terhadap staphylococcus.
•
Complecement ( C3 dan C4)
Volume
Produksi ASI
Pada
minggu bulan terakhir kehamilan, kelenjar-kelenjar pembuat ASI mulai
menghasilkan ASI. Apabila tidak ada kelainan, pada hari pertama sejak bayi
lahir akan dapat menghasilkan 50-100 ml sehari dari jumlah ini akan terus
bertambah sehingga mencapai sekitar 400-450 ml pada waktu bayi mencapai usia
minggu kedua.(9) Jumlah tersebut dapat dicapai dengan menysusui bayinya selama
4 – 6 bulan pertama. Karena itu selama kurun waktu tersebut ASI mampu memenuhi
lkebutuhan gizinya. Setelah 6 bulan volume pengeluaran air susu menjadi menurun
dan sejak saat itu kebutuhan gizi tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja dan
harus mendapat makanan tambahan.
Dalam
keadaan produksi ASI telah normal, volume susu terbanyak yang dapat diperoleh
adalah 5 menit pertama. Penyedotan/penghisapan oleh bayi biasanya berlangsung
selama 15-25 menit.
Selama
beberapa bulan berikutnya bayi yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800 ml
ASI setiap hari.Akan tetapi penelitian yang dilakukan pada beberpa kelompok ibu
dan bayi menunjukkan terdapatnya variasi dimana seseorang bayi dapat
mengkonsumsi sampai 1 liter selama 24 jam, meskipun kedua anak tersebut tumbuh
dengan kecepatan yang sama.
Konsumsi
ASI selama satu kali menysui atau jumlahnya selama sehari penuh sangat
bervariasi. Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan volume air susu yang
diproduksi, meskipun umumnya payudara yang berukuran sangat kecil, terutama
yang ukurannya tidak berubah selama masa kehamilan hanya memproduksi sejumlah
kecil ASI.
Pada
ibu-ibu yang mengalami kekurangan gizi, jumlah air susunya dalam sehari sekitar
500-700 ml selama 6 bulan pertama, 400-600 ml dalam 6 bulan kedua, dan 300-500
ml dalam tahun kedua kehidupan bayi. Penyebabnya mungkin dapat ditelusuri pada
masa kehamilan dimana jumlah pangan yang dikonsumsi ibu tidak memungkinkan
untuk menyimpan cadangan lemak dalam tubuhnya, yang kelak akan digunakan
sebagai salah satu komponen ASI dan sebagai sumber energi selama menyusui. Akan
tetapi kadang-kadang terjadi bahwa peningkatan jumlah produksi konsumsi pangan
ibu tidak selalu dapat meningkatkan produksi air susunya. Produksi ASI dari ibu
yang kekurangan gizi seringkali menurun jumlahnya dan akhirnya berhenti, dengan
akibat yang fatal bagi bayi yang masih sangat muda. Di daerah-daerah dimana
ibu-ibu sangat kekurangan gizi seringkali ditemukan “merasmus” pada bayi-bayi
berumur sampai enam bulan yang hanya diberi ASI.
Komposisi
ASI
Kandungan
colostrum berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum mengandung
berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum dan hanya sekitar 1%
dalam air susu mature, lebih banyak mengandung imunoglobin A (Iga), laktoterin
dan sel-sel darah putih, terhadap, yang kesemuanya sangat penting untuk
pertahanan tubuh bayi, terhadap serangan penyakit (Infeksi) lebih sedikit
mengandung lemak dan laktosa, lebih banyak, mengandung vitamin dan lebih banyak
mengandung mineral-mineral natrium (Na) dan seng (Zn).
Dimana
susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI.
Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein, dan sisanya berupa protein
whey yang larut. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang
relatif keras dalam lambung bayi. Bila bayi diberi susu sapi, sedangkan ASI
walaupun mengandung lebih sedikit total protein, namun bagian protein “whey”nya
lebih banyak, sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak dan lebih mudah
dicerna serta diserapoleh usus bayi.
Sekitar
setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak, yang lebih
mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi, sebab
ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). Kandungan total lemak
sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu fase lakatasi air
susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 – 2% lemak dan
terlihat encer. Air susu yang encer ini akan membantu memuaskan rasa haus bayi
waktu mulai menyusui. Air susu berikutnya disebut “Hand milk”, mengandung
sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Ini akan memberikan
sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga penting diperhatikan
agar bayi, banyak memperoleh air susu ini.
Laktosa
(gula susu) merupakan satu-satunya karbohidrat yang terdapat dalam air susu
murni. Jumlahnya dalam ASI tak terlalu bervariasi dan terdapat lebih banyak
dibandingkan dengan susu sapi.
Disamping
fungsinya sebagai sumber energi, juga didalam usus sebagian laktosa akan diubah
menjadi asam laktat. Didalam usus asam laktat tersebut membantu mencegah
pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium
serta mineral-mineral lain.
ASI
mengandung lebih sedikit kalsium daripada susu sapi tetapi lebih mudah diserap,
jumlah ini akan mencukupi kebutuhan untuk bahan-bahan pertama kehidupannya ASI
juga mengandung lebih sedikit natrium, kalium, fosfor dan chlor dibandingkan
dengan susu sapi, tetapi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi.
Apabila
makanan yang dikonsumsi ibu memadai, semua vitamin yang diperlukan bayi selama empat sampai enam
bulan pertama kehidupannya dapat diperoleh dari ASI. Hanya sedikit terdapat
vitamin D dalam lemak susu, tetapi penyakit polio jarang terjadi pada aanak
yang diberi ASI, bila kulitnya sering terkena sinar matahari. Vitamin D yang
terlarut dalam air telah ditemukan terdapat dalam susu, meskipun fungsi vitamin
ini merupakan tambahan terhadap vitamin D yang terlarut lemak.
Manajemen
Laktasi
Manajemen
laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan
menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera
setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya.
Adapun
upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a.
Pada masa Kehamilan (antenatal)
-
Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang manfaat dan keunggulan ASI,
manfaat menyusui baik bagi ibu maupun bayinya, disamping bahaya pemberian susu
botol.
-
Pemeriksaan kesehatan, kehamilan dan payudara/keadaan putting susu, apakah ada
kelainan atau tidak. Disamping itu perlu dipantau kenaikan berat badan ibu
hamil.
-
Perawatan payudara mulai kehamilan umur enam bulan agar ibu mampu memproduksi
dan memberikan ASI yang cukup.
-
Memperhatikan gizi/makanan ditambah mulai dari kehamilan trisemester kedua
sebanyak 1 1/3 kali dari makanan pada saat belum hamil.
-
Menciptakan suasana keluarga yang menyenangkan. Dalam hal ini perlu
diperhatikan keluarga terutama suami kepada istri yang sedang hamil untuk memberikan
dukungan dan membesarkan hatinya.
b.
Pada masa segera setelah persalinan (prenatal)
-
Ibu dibantu menyusui 30 menit setelah kelahiran dan ditunjukkan cara menyusui
yang baik dan benar, yakni: tentang posisi dan cara melakatkan bayi pada
payudara ibu.
-
Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi-ibu selama 24 jam sehari agar
menyusui dapat dilakukan tanpa jadwal.
-
Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000S1) dalam waktu dua
minggu setelah melahirkan.
c.
Pada masa menyusui selanjutnya (post-natal)
-
Menyusui dilanjutkan secara ekslusif selama 6 bulan pertama usia bayi, yaitu
hanya memberikan ASI saja tanpa makanan/minuman lainnya.
-
Perhatikan gizi/makanan ibu menyusui, perlu makanan 1 ½ kali lebih banyak dari
biasa dan minum minimal 8 gelas sehari.
-
Ibu menyusui harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran dan
menghindarkan kelelahan yang berlebihan agar produksi ASI tidak terhambat.
-
Pengertian dan dukungan keluarga terutama suami penting untuk menunjang
keberhasilan menyusui.
-
Rujuk ke Posyandu atau Puskesmas atau petugas kesehatan apabila ada
permasalahan menysusui seperti payudara banyak disertai demam.
-
Menghubungi kelompk pendukung ASI terdekat untuk meminta pengalaman dari
ibu-ibu lain yang sukses menyusui bagi mereka.
-
Memperhatikan gizi/makanan anak, terutama mulai bayi 4 bulan, berikan MP ASDI
yang cukup baik kuantitas maupun kualitas.
Makanan
Bayi Berusia 0-4 bulan
Ibu-ibu
seharusnya bersyukur bila payudaranya, ternyata dapat memproduksi air susu yang
berlimpah, karena anugrah tuhan ini tidak dimiliki oleh semua ibu. Meskipun
demikian, diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu
menghasilkan air susu dalm jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya, secara
penuh tanpa makanan tamabahan selama enam bulan pertama. Bahkan ibu yang
gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa makanan
tambahan selama 3 bulan pertama (Warno FG, 1990 hal.175).
Dalam
usia 0-4 bulan bayi sepenuhnya mendapat makanan berupa ASI dan tidak perlu di
beri makanan lain, kecuali jka ada tanda-tanda produksi ASI tidak mencukupi.
Keadaan
gizi anak pada waktu lahir sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi semasa hamil.
Ibu yang semasa hamilnya menderita gangguan gizi selain akan melahirkan anak
yang gizinya tidak baik, juga kemungkinan dapat melahirkan anak dengan berbagai
kelainan dalam pertumbuhannya, atau mungkin anak akan lahir mati. Sejak
terjadinya pembuahan terhadap sel telur dalam rahim ibu.
Hanya
makanan yang memenuhi syarat gizi bagi anak dan bagi ibunya yang dapat membantu
syarat gizi bagi wanita hamil dan pengaturan makanan anak yang sesuai merupakan
masalah pokok yang perlu dihayati oleh para ibu. Menyusui adalah cara makan
aanak-anak yang tradisional dan ideal, yang biasanya sanggup memenuhi kebutuhan
gizi seseorang bayi untuk masa hidup empat sampai enam bulan pertama. Bahkan
setelah diperkenankan bahan makanan tambahan yang utama, ASI masih tetap
merupakan sumber utama yang bisa mencukupi gizi.
Dalam
tahap usia sejak lahir sampai 4 bulan, ASI merupakan makanan yang paling utama.
Pemberian ASI masa ini memberikan beberpa keuntungan.
Betapapun
tingginya dan baiknya mutu ASI sebagai makanan bayi, manfaatnyabagi pertumbuhan
dan perkembangan bayi sangat ditentukan oleh jumlah ASI yang dapat diberikan oleh
ibu. Kebaikan dan mutu ASI yang dapat dihasilkan oleh ibu tidak sesuai dengan
kebutuhan bayi, dan akibatnya bayi akan menderita gangguan gizi.
ASI
sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berumur 4bulan. Hal ini
sesuai dengan kebijaksanaan PP-ASI yaitu ASI diberikan selama 2 tahun dan baru
pada usia 4 bulan bayi mulai di beri makanan pendamping ASI, paling lambat usia
6 bulan karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi pada 4 bulan pertama.
Adapun
makanan bayi umur 0-4 bulan adalah sebagai berikut:
-
Susui bayi segera 30 menit setelah lahir.
Kontak
fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI. Pada periode ini ASI saja
sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, karena ASI adalah makanan terbaik
untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menysusui akan
terjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
-
Berikan Kolostrum
-
Berikan ASI dari kedua payudara, kiri dan kanan secara bergantian, tiap kali
sampai payudara terasa kosong. Payudara yang dihisap sampai kosong merangsang
produksi ASI yang cukup.
-
Berikan ASI setiap kali meminta/menangis tanpa jadwal.
-
Berikan ASI 0-10 kali setiap hari, termasuk pada malam hari.
Faktor-faktor
yang memperoleh Produksi ASI
Adapun
hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah:
a. Makanan
Ibu
Makanan yang dimakan
seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui tidak secara langsung mempengaruhi
mutu ataupun jumlah air susu yang dihasilkan. Dalam tubuh terdapat cadangan
berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. Akan
tetapi jika makanan ibu terus menerus tidak mengandung cukup zat gizi yang
diperlukan tentu pada akhirnya kelenjar-kelenjar pembuat air susu dalam buah
dada ibu tidak akan dapat bekerja dengan sempurna, dan akhirnya akan
berpengaruh terhadap produksi ASI.
Unsur gizi dalam 1
liter ASI setara dengan unsur gizi yang terdapat dalam 2 piring nasi ditambah 1
butir telur. Jadi diperlukan kalori yang setara dengan jumlah kalori yang
diberikan 1 piring nasi untuk membuat 1 liter ASI. Agar Ibu menghasilkan 1 liter
ASI diperlukan makanan tamabahan disamping untuk keperluan dirinya sendiri,
yaitu setara dengan 3 piring nasi dan 1 butir telur.
Apabila ibu yang sedang
menyusui bayinya tidak mendapat tambahan makanan, maka akan terjadi kemunduran
dalam pembuatan ASI. Terlebih jikapada masa kehamilan ibu juga mengalami
kekurangan gizi. Karena itu tambahan makanan bagi seorang ibu yang sedang
menyusui anaknya mutlak diperlukan. Dan walaupun tidak jelas pengaruh jumlah
air minum dalam jumlah yang cukup. Dianjurkan disamping bahan makanan sumber
protein seperti ikan, telur dan kacang-kacangan, bahan makanan sumber vitamin
juga diperlukan untuk menjamin kadar berbagai vitamin dalam ASI.
b. Ketentraman
Jiwa dan Pikiran
Pembuahan air susu ibu
sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan. Ibu yang selalu dalam keadaan gelisah,
kurang percaya diri, rasa tertekan dan berbagai bentuk ketegangan emosional,
mungkin akan gagal dalam menyusui bayinya.
Pada ibu ada 2 macam,
reflek yang menentukan keberhasilan dalam menyusui bayinya, reflek tersebut
adalah:
1) Reflek
Prolaktin
Reflek ini secara
hormonal untuk memproduksi ASI. Waktu bayi menghisap payudara ibu, terjadi
rangsangan neorohormonal pada putting susu dan aerola ibu. Rangsangan ini
diteruskan ke hypophyse melalui nervus vagus, terus kelobus anterior. Dari
lobus ini akan mengeluarkan hormon prolaktin, masuk ke peredaran darah dan
sampai pada kelenjar –kelenjar pembuat ASI. Kelenjar ini akan terangsang untuk
menghasilkan ASI.
2) Let-down
Refleks (Refleks Milk Ejection)
Refleks ini membuat memancarkan
ASI keluar. Bila bayi didekatkan pada payudara ibu, maka bayi akan memutar
kepalanya kearah payudara ibu. Refleks memutarnya kepala bayi ke payudara ibu
disebut :”rooting reflex (reflex menoleh). Bayi secara otomatis menghisap
putting susu ibu dengan bantuan lidahnya. Let-down reflex mudah sekali
terganggu, misalnya pada ibu yang mengalami goncangan emosi, tekanan jiwa dan
gangguan pikiran. Gangguan terhadap let down reflex mengakibatkan ASI tidak
keluar. Bayi tidak cukup mendapat ASI dan akan menangis.
Tangisan bayi ini
justru membuat ibu lebih gelisah dan semakin mengganggu let down reflex.
c. Pengaruh
persalinan dan klinik bersalin
Banyak ahli
mengemukakan adanya pengaruh yang kurang baik terhadap kebiasaan memberikan ASI
pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin lebih menitik
beratkan upaya agar persalinan dapat berlangsung dengan baik, ibu dan anak
berada dalam keadaan selamat dan sehat. Masalah pemebrian ASI kurang mendapat
perhatian. Sering makanan pertama yang diberikan justru susu buatan atau susu
sapi. Hal ini memberikan kesan yang tidak mendidik pada ibu, dan ibu selalu
beranggapan bahwa susu sapi lebih dari ASI. Pengaruh itu akan semakin buruk
apabila disekeliling kamar bersalin dipasang gambar-gambar atau poster yang
memuji penggunaan susu buatan.
Penggunaan alat
kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron.
Bagi ibu yang dalam
masa menyusui tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi pil yang mengandung
hormon estrogen, karena hal ini dapat mengurangi jumlah produksi ASI bahkan
dapat menghentikan produksi ASI secara keseluruhan oleh karena itu alat
kontrasepsi yang paling tepat digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR) yaitu IUD atau spiral. Karena AKDR dapat merangsang uterus ibu sehingga
secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar hormon oxitoksin, yaitu hormon
yang dapat merangsang produksi ASI.Perawatan Payudara
d. Perawatan
fisik payudara
Menjelang masa laktasi
perlu dilakukan, yaitu dengan mengurut payudara selama 6 minggu terakhir masa
kehamilan. Pengurutan tersebut diharapkan apablia terdapat penyumbatan pada
duktus laktiferus dapat dihindarkan sehingga pada waktunya ASI akan keluar
dengan lancar.
Banyak
hal yang menyebabkan ASI Ekslusif tidak diberikan khususnya bagi ibu-ibu di
Indonesia, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh. Antara lain:
a. Adanya
perubahan struktur masyarakat dan keluarga.
Hubungan kerabat yang
luas di daerah pedesaan menjadi renggang setelah keluarga pindah ke kota.
Pengaruh orang tua seperti nenek, kakek, mertua dan orang terpandang
dilingkungan keluarga secara berangsur menjadi berkurang, karena mereka itu
umumnya tetap tinggal di desa sehingga pengalaman mereka dalam merawat makanan
bayi tidak dapat diwariskan.
b. Kemudahan-kemudahan
yang didapat sebagai hasil kemajuan
Teknologi pembuatan
makanan bayi seperti pembuatan tepung makanan bayi, susu buatan bayi, mendorong
ibu untuk mengganti ASI dengan makanan olahan lain.
c. Iklan
yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu beranggapan bahwa
makanan-makanan itu lebih baik dari ASI
d. Para
ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas-tugas sosial,
maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam pemberian makanan bagi
bayi yang ditinggalkan dirumah.
e. Adanya
anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai salah satu simbol bagi
kehidupan tingkat sosial yan lebih tinggi, terdidik dan mengikuti perkembangan
zaman.
f. Ibu
takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan hilang.
g. Pengaruh
melahirkan dirumah sakit atau klinik bersalin. Belum semua petugas paramedis
diberi pesan dan diberi cukup informasi agar menganjurkan setiap ibu untuk
menyusui bayi mereka, serta praktek yang keliru dengan memberikan susu botol
kepada bayi yang baru lahir.
h. Adanya luka pada putting susu, lemahnya bayi mengisap
ASI
v TANDA CUKUP ASI
Banyak
ibu yang kurang memperhatikan apakah bayinya sudah cukup mendapatkan ASI, atau
bahkan banyak juga ibu yang bingung dengan berapa banyak atau berapa sering
pemberian ASI yang baik itu.
Oleh
karena itu, berbagai tanda dibawah ini dapat dijadikan pedoman untuk
mengevaluasi kecukupan pemberian ASI, yaitu :
Bayi
menunjukan keinginan dan gairah yang kuat untuk bangun secara teratur untuk
menyusui.
o
Irama hisapan yang ritmis dan teratur,
bagian depan telinga bayi akan terlihat sedikit bergerak dan ibu bisa mendengar
bayinya menghisap dan menelan ASI yang diberikan.
o
Berikan ASI selama rata-rata 15-20 menit
pada masng-masing payudara setiap menyusui.
o
Berikan ASI setidaknya setiap 1-3 jam
selama dua bulan pertama. Disarankan juga untuk membangunkan bayi setiap 2-3
jam untuk memberikan ASI selama beberapa minggu awal. Setelah lebih dari dua
bulan bayi akan mampu menghabiskan ASI lebih cepat, maka pemberian ASI
dilakukan lebih jarang hingga setiap 3-5 jam dan durasi menyusui menjadi lebih
singkat.
o
Bayi ngompol hingga 6-8 kali menandakan
masukan cairan yang cukup.
o
Bayi tubuh dengan kecepatan pertumbuhan
yang normal, mengalami peningkatan berat, tinggi badan, dan ukuran lingkar
kepala.
o
Memiliki tonus otot yang baik, kulit
yang sehat dan warna kulit yang sehat pula
v TIPS SUKSES ASI EKSKLUSIF
Ini
tips dari aku yang sukses ASI eksklusif sampai 6 bulan walaupun ASI-ku tidak
termasuk yang berlimpah dan sukses KB alamiah sampai si kecil 7 bulan.
1. Susui
bayi sesering mungkin. Payudara kanan dan kiri. Jangan dijadwalkan. Produksi
ASI mengikuti hukum permintaan, semakin
sering dihisap, maka semakin banyak berproduksi.
2. Pompa
payudara sehabis menyusui. Payudara yang kosong akan semakin mempercepat produksi ASI.
3. Jangan
terlalu cepat memindahkan posisi menyusui dari payudara kiri ke kanan, dan
sebaliknya. ASI yang keluar setelah 15 menit
pertama justru banyak mengandung
lemak yang dapat mengenyangkan bayi.
Jangan lakukan posisi menyusui
tiduran sampe ketiduran kalau ibus
punya kebiasaan tidur “pingsan”.
Bisa2 bayinya ketindihan dan gak bisa bernafas.
4. Makan
makanan yang bergizi dan minum cairan yang cukup banyak. Bisa air putih, jus
buah, susu rendah lemak, kuah makanan.
Makanannya usahakan banyak sayur hijau dan makanan laut. Daun katuk
segar lebih cepat menghasilkan daripada
suplemen seperti Pro ASI atawa
Lancar ASI. Jangan pikirkan diet
dulu. Melangsingkan tubuh bisa
dilakukan kapan saja sementara
menyusui waktunya cuma sebentar
sementara manfaat baiknya untuk
bayi adalah untuk kecerdasan dan
daya tahan tubuhnya.
5. Minum
madu juga sangat bermanfaat
6. Ibu
harus cukup istirahat dan jangan stres! Stres bikin ASI mendadak kering.
7. Kalau
bayi masih tampak kurang puas juga, pompa ASI dan masukkan ke botol untuk
diberikan ke bayi. Tapi sebenarnya penggunaan dot tidak dianjurkan paling tidak
sampai usia bayi 6 bulan sebab dapat
mengganggu perkembangan sistem syaraf dan struktur tulang kepala.
8. Ini
yang paling penting, yaitu RASA PERCAYA DIRI bahwa kita MAMPU untuk memberikan
yang terbaik untuk bayi kita yaitu ASI.
Memberikan
ASI eksklusif terutama sangat dianjurkan untuk bayi2 yang dilahirkan dengan
cara caesar. Bayi “caesar” mengalami intensitas kesakitan yang sangat tinggi
dibandingkan dengan bayi lahir normal
yang sudah mengalami exercise dalam proses kelahiran sebelum khirnya
muncul ke dunia dan beradaptasi dengan dunia luar. Dengan memberikan
ASI, maka dapat membantu mencegah
infeksi dan mengurangi rasa akit
yang diderita bayi
BAB IV
PENUTUP
v KESIMPULAN
1.
Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik bagi bayi yang harus diberikan pada
bayi sampai bayi berusia 4 bulan tanpa makanan pendamping.
2.
Adanya kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan semakin besar persentase
ASI secara Eksklusif.
3.
Masih rendahnya tingkat pengetahuan ibu-ibu tentang pemberian ASI.
v SARAN
1.
Perlu peningkatan penyuluhan kesehatan secara umum khususnya tentang ASI dan
menyusui kepada masyarakat, khususnya kepada ibu hamil tentang gizi dan
perawatan payudara selama masa kehamilan, sehingga produksi ASI cukup.
2.
Perlu ditingkatkan peranan tenaga kesehatan baik di rumah sakit, klinik
bersalin, Posyandu di dalam memberikan penyuluhan atau petunjuk kepada ibu
hamil, ibu baru melahirkan dan ibu menyusui tentang ASI dan menyusui.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber : koleksi
Mediague.wordpress.com
- World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding.
- World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001.
- Ayahbunda. Stop MPASI terlalu dini. Edisi/No.01 Januari 2005.
KONSELING
AirSusu Ibu (ASI)
Seorang ibu menggendong anaknya berkonsultasi ke bidan
dengan keluhan kondisi bayinya yang kurus,rewel dan mudah sakit
Pasien :
permisi bu bidan . . .
Bidan :
ya bu...silakan , ada yang bisa saya bantu ??
Pasien : begini bu bidan,anak saya
kok terlihat kurus , sebenarnya berat badan segini
normal
ga ya ?
Bidan : sebelumnya anak ibu
sudah pernah diperiksakan ke sini belum ya ?
Pasien :belum bu...
Bidan :yaudah,,(mengambil
lembar anamnese dan melakukan anmanese) .Silakn ditimbang dulu bu
anaknya...(menimbang anak)
Pasien :giman bu,apakah normal ?
Bidan :tidak
bu,berat badan anak ibu dibawah normal . Apakah ibu masih memberikan ASI kepada
anak ibu ?
Pasien : sekarang si engga ,
terakhir waktu usi tiga bulan
Bidan : begini ya bu...minimal
pemberian ASI eksklusif kan enam bulan , disini kenapa ibu hanya memberikan ASI
sampai usia tiga bulan ?jadinya kan kebutuhan nutrisi anak ibu tidak terpenuhi
dengan maksimal
Pasien : iya bu..soalnya kan saya
juga kerja,jadi ga ada waktu untuk memberikan ASI,paling kalo udah malem kalo
udah pulang dari kerja,itupun juga malam hari , jadi seringnya diberi susu
formula oleh mbaknya
Bidan : ohh begitu,sebenarnya pemberian susu formula itu boleh jika
dalam keadaan mendesak diman Asi ibu memang benar-benar tidak bisa keluar. Asi
sangat luar biasa khasiatnya untuk Bayi ( Sang Buah Hati )lho bu. Saat buah
hati ibu tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, tubuh ibu memberinya
kekebalan/antibodi melalui plasenta. Ini memberinya kekebalan secara tidak
langsung yang mampu melindungi janin ibu
dari serangan penyakit selama masa kehamilan. Namun, begitu sang buah hati
dilahirkan, ia tidak lagi mendapatkan suplai antibodi. Sementara itu sistem
kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir belum bekerja secara sempurna. Karena
itu, bayi sangat rentan terkena resiko infeksi pada tahun pertama hidupnya.
Manfaat Asi
bagi bayi,seperti :
- ASI memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik.
- ASI menurunkan terjadinya resiko alergi.
- ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan.
- ASI menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk.
- ASI kaya akan AA|DHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak.
- ASI mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus.
- ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya).
- Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.
- Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari.
- Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.
Pasien : Jadi ,apa yang harus say alakukan
agar berat badan anak saya bisa normal dan tidak mudah sakit bu ?
Bidan :lebih baik mulai sekarang ibu
memberikan ASI kepada anak ibu,insyaallah nan ti akan kembali normal dan sehat
. Selain manfaat yang diperoleh bayi,Menyusui eksklusif selama 6 bulan
juga akan meningkatkan kadar anti bodi di dalam sirkulasi darah ibu sehingga
dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi setelah melahirkan . Jika terkendal
oleh pekerjaan , ibu bisa memerah ASI ibu dan disimpan di dlm freezer kemudian
diberikan saat bayi ibu merasa lapar.
Pasien :Cara
memerahnya bagaiman ya bu ?
Bidan :bisa
di lakukan sendiri dengan tangan atau menggunakan alat juga bisa . Jika
menggunakan tangan ibu bisa melakukannya sendiri di rumah,caranya :
1. Sebelum melakukan pemerahan pastikan
tangan ibu dalam keadaan bersih dan sediakan tempat/wadah yang steril/bersih
untuk menampung asi, bisa menggunakan gelas, mangkuk atau botol kusus untuk
asi.
2. Letakkan Ibu jari di tepi atas
kalang susu pada posisi jam 12
3. Letakkan jari Telunjuk ditepi bawah
kalang susu pada posisi jam 6 dan ketiga jari lainnya menyangga panyudara.
4. Dengan kedua jari tekan jaringan
payudara kearah dinding rongga dada.
5. Dengan gerakan kedepan, Pijat
kalang susu kearah depan, sehingga memerah asi dalam gudang asi tepatnya di
aerola yaitu bagian kecoklatan disekitar puting susu.
6. Putar posisi ibu jari dan telunjuk,
misalnya kearah jam 9 dan jam 3, ulangi 3 dan 4.
7. Ulangi hal yang sama pada setiap
Posisi. Selalu Kosongkan payudara setiap 2-3jam atau setelah menyusui/memerah
agar gudang asi benar-benar kosong dengan demikian payudara akan memproduksi
asi lebih banyak dari yang sebelumnya.
Pasien :
cara menyimpan ASI nya bagaimana dan bisa bertahan seberapa lama ya bu ?
Bidan : · Bila ASI perah
akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari
pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4
jam.
· Bila perlu
disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin
pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
· Bila ASI perah
akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus
segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada
suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat
disimpan antara 3 – 6 bulan.
· Bila mungkin,
simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer,
karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan
konstan.
· Jangan
menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena
temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
· Beri label
setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
· Jangan mengisi
penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang
lebih ¼ bagian kosong.
· ASI yang telah
dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu
minum berikutnya.
·
Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia
ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa
senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga
tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan
kembali.
·
Simpan ASI beku sebagai cadangan untuk keadaan darurat. Jika sedang di
rumah, susui bayi.
Pasien :
o gitu ya bu,terimakasih atas informasinya ya..
Bidan :ya
sama-sama bu..
Pasien :kalau
begitu saya permisi bu