MAKALAH TENTANG NIFAS

1.
Yuyun
Puspitasari (121229)
2.
Lily
Eka Fatimah (121232)
3.
Linda
Winanti (121234)
4.
Silvi
Milhatul M (121244)
5.
Istiqomah (121247)
6.
Vita
Nadhirotul M (121248)
7.
Endah
Suryani (121261)
Kelas:
IA
AKADEMI
KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO
2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat
mengembalikan alat genitalia interna kedalam keadaan normal, dengan tenggang
waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari.(Ilmui
kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Manuaba, hal 195).
Masa nifas atau puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa
nifas berlangsung kira-kira selama 6 minggu. Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan
fisiologis,yaitu:
1. Perubahan fisik
2.
Involusi uterus dan
pengeluaran lochia
3.
Laktasi/pengeluaran ASI
4.
Perubahan psiikis
Dalam masa nifas, alat-alat
genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti
keadaan seblum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat genital ini dalam
keseluruhannya disebit involusi. Perawatan postpartum dimulai sejak kala uri dengan menghindarkan
adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan post partum, dan infeksi.
B.
Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberi
asuhan kebidanan pada ibu post partum dengan tepat dan benar sehingga tidak
terjadi komplikasi, yang dapat mengakibatkan kematian pada ibu.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan dan melakukan konsep dasar serta manajemen kebidanan
pada ibu post partum.
b. Mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi masalah dan melakukan analisa
data, membuat rencana management, mengimplementasi rencana dan mengevaluasi
tindaka
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Masa Nifas
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran
plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil,
yang berlangsung selama 6-40 hari. Lamanya masa nifas ini yaitu ± 6 – 8
minggu.Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung
kira-kira 6 minggu.
B.
Klasifikasi Masa Nifas
Nifas dapat dibagi kedalam 3 periode :
1.
Puerperium dini yaitu
kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan – jalan.
2.
Puerperium intermedial
yaitu kepulihan menyeluruh alat – alat genetalia yang lamanya 6 – 8 minggu.
3.
Remote puerperium yaitu
waktu yang diperlukan untuk pulih kembali dan sehat sempurnahbaik selama hamil
atau sempurna berminggu – minggu, berbulan – bulan atau tahunan.
C.
Tujuan Asuhan Nifas
Asuhan nifas bertujuan untuk :
1.
Menjaga kesehatan ibu dan
bayinya, baik fisik maupun psikologiknya.
2.
Melaksanakan skrining yang
komprehensip, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi
komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3.
Memberikan pendidikan
kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana,
menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat.
4.
Memberikan pelayanan KB.
5.
Mempercepat involusi alat
kandung.
6.
Melancarkan pengeluaran
lochea, mengurangi infeksi puerperium.
7.
Melancarkan fungsi alat
gastro intestinal atau perkamihan
8.
Meningkatkan kelancaran
peredarahan darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa
metabolisme.
D.
Perubahan–Perubahan Yang
Terjadi Pada Masa Nifas
1.
Perubahan Fisiologi Masa
Nifas Pada Sistem Reproduksi
Pada masa
nifas ini akan terjadi perubahan fisiologi, yaitu :
a.
Alat genitalia
Alat-alat
genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti
keadaan sebelum hamil atau sering disebut involusi,selain itu juga perubahan-perubahan
penting lain,yakni hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi karena laktogenik
hormone dari kelenjar hipofisis terhadap kelenjar mammae.
b.
Fundus Uteri
Setelah
plasenta lahir, TFU setinggi pusat, beratnya mencapai 1000 gr, diameter 12,5
cm.Setelah 1 minggu, TFU ½ pstsymphisis, beratnya 500 gr, diameter 7,5 cm. Setelah
14 hari TFU tidak teraba, beratnya 350 gr, 5 cm 6 minggu post partum, TFU Normal, beratnya 60
gr, diameter 2,5 cm.
c.
Serviks
Segera
setelah post partum bentuk servik agak menganga seperti corong. Bentuk ini
disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik
uteri tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus
dan serviks uteri terbentuk semacam cincin.
d.
Ligamen
Ligamen-ligamen
dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang selama kehamilan dan partus,
setelah jalan lahir, berangsur-angsur ciut kembali seperti sediakala. Tidak
jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh ke
belakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh “kandungannya turun” setelah
melahirkan karena ligamenta,
fasia,
jaringan alat penunjang genetalia menjadi menjadi agak kendor. Untuk memulihkan
kembali jaringan-jaringan penunjang alat genitalia tersebut, juga otot-otot
dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan
tertentu. Pada 2 hari post partum sudah dapat diberikan fisioterapi. Keuntungan
lain adalah dicegahnya pula statis darah yang dapat mengakibatkan thrombosis
masa nifas.
2.
Perubahan Psikologis Dalam
Masa Nifas
Periode
masa nifas merupakan suatu waktu yang sangat rentan untuk terjadinya stress,
terutama pada ibu primipara sehingga dapat membuat perubahan psikologis yang
berat. Periode adaptasi psikologi masa nifas, dideskripsikan oleh Reva Rubin
ada 3, yaitu:
a.
Taking in Period
1) Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu umumnya menjadi pasif dan
sangat tergantung dan fokus perhatian terhadap tubuhnya.
2)
Ibu lebih mengingat
pengalaman melahirkan dan persalinan yang dialami
3)
Tidur yang tidak terganggu
sangat penting buat ibu untuk mencegah efek kurang baik yaitu kurang tidur,
kelemahan fisik, gelisah, gangguan proses pemulihan kesehatan.
4)
Tambahan makanan kaya gizi
sangat penting dibutuhkan sebab nafsu makan biasanya akan meningkat. Kurang
nafsu makan memberi indikasi bahwa proses pemulihan kesehatan tidak berlangsumg
normal.
b.
Taking Hold Period
1)
Periode ini berlangsung
pada 3-4 hari setelah persalinan, ibu menjadi berkonsentrasi pada kemampuannya
menjadi ibu yang sukses, dan menerima tanggung jawab sepenuhnya terhadap
perawatan bayinya
2)
Fokus perhatiannya pada
kontrol fungsi tubuh misalnya proses defekasi dan miks, kekuatan, dan daya tahan tubuh ibu
3)
Ibu mulai merasa sanggup
dan terampil merawat bayinya seperti menggendong, memandikan, menyusui bayinya
dan mengganti popok
4)
Ibu menjadi sangat sensitif
pada masa ini sehingga mungkin membutuhkan bimbingan dan dorongan perawat untuk
mengatasi kritikan yang dialami ibu
5)
Bidan sebaiknya memberikan
penyuluhan dan support emosional pada ibu
c.
Letting go Period
1)
Periode ini umumnya dialami
oleh ibu setelah ibu tiba dirumah dan secara penuh merupakan waktu pengaturan
2)
Kumpul bersama keluarga
3)
Ibu telah menerima tanggung
jawab sebagai ibu dan ibu merasa menyadari kebutuhan bayinya sangat tergantung
kesiapannya sendiri sebagai ibu, ketergantungannya kepada orang lain, serta
dipengaruhi oleh interaksi sosial budaya keluarg.
E.
Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas
Asuhan masa nifas diperlukan
dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya.
Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan dan 50%
kematian masa nifas terjadi
dalam 24 jam pertama. Masa neonatus merupakan
masa kritis bagi kehidupan bayi, 2/3 kematian bayi terjadi dalam 4 minggu
setelah persalinan dan 60%
kematian BBL terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir. Dengan pemantauan
melekat dan asuhan pada ibu dan bayi pada masa nifas dapat
mencegah beberapa kematian ini.
1.
Tujuan umum
Membantu ibu dan pasangannya selama
masa transisi awal mengasuh anak.
2.
Tujuan
khusus
a.
Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun
psikologisnya.
b.
Melaksanakan skrining yang komprehensif, Mendeteksi
masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.
c.
Memberikan pendidikan kesehatan, tentang perawatan
kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui,
pemberian imunisasi dan perawatan bayi sehat.
d.
Memberikan pelayanan keluarga berencana.
3.
Kebutuhan gizi ibu menyusui
pada masa nifas
Kualitas dan
jumlah makanan yang dikonsumsi akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Pemberian
ASI sangat penting karena ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI, bayi akan
tumbuh sempurna sebagai manusia yang sehat, bersifat lemah lembut, dan
mempunyai IQ yang tinggi. beberapa anjuran yang berhubungan dengan emenuhan
gizi ibu menyusui, antara lain:
a.
Mengonsumsi tambahan kalori tiap hari sebanyak 500
kalori
b.
Makan dengan diet berimbang, cukup protein, mineral,
dan vitamin.
c.
Minum sedikitnya 3 liter setiap hari, terutama setelah
menyusui.
e.
Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar dapat
mmberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
4.
Kebutuhan dasar ibu nifas
Eliminasi BAB/BAK
Kebanyakan
pasien dapat melakukan BAK secara spontan dalam 8 jam setelah melahirkan.
Selama kehamilan terjadi
peningkatan ektraseluler 50%. Setelah melahirkan cairan ini dieliminasi sebagai
urine. Umumnya pada partus lama yang kemudian diakhiri dengan ektraksi vakum
atau cunam, dapat mengakibatkan retensio urine. Bila perlu, sebaiknya dipasang
dower catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Dengan
demikian, jika ada kerusakan-kerusakan pada otot-otot kandung kencing,
otot-otot cepat pulih kembali sehingga fungsinya cepat pula kembali. Buang air
besar (BAB) biasanya tertunda selama 2 sampai 3 hari setelah melahirkan karena
enema prapersalinan, diit
cairan, obat-obatan analgesik selama persalinan dan
perineum yang sakit. Memberikan asupan cairan yang cukup, diet yang tinggi
serat serta ambulasi secara teratur dapat membantu untuk mencapai regulasi BAB.
5.
Kebutuhan dasar ibu nifas Kebersihan diri dan perineum
Kebersihan
diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman
pada ibu. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang
teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta
lingkungan dimana ibu tinggal.
Perawatan luka perineum bertujuan untuk
a. mencegah
infeksi
b. meningkatkan
rasa nyaman dan
c. mempercepat
penyembuhan.
Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara
mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang
dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kemudian daerah anus. Sebelum dan
sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti
minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis
pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar
matahari dan disetrika.
6.
Kebutuhan Dasar Masa Nifas Istirahat
a.
Istirahat
Malam
Selama satu atau dua malam yang pertama, ibu yang baru
mungkin memerlukan obat tidur yang ringan. Biasanya dokter akan memberikannya
jika benar-benar diperlukan. Setelah hari
kedua postnatal ,pemberian obat tidur pada malam hari biasanya sudah tidak
dibutuhkan lagi dan tidak dianjurkan jika ibu ingin menyusui bayinya pada malam
hari. ibu harus dibantu agar dapat beristirahat lebih dingin dan tidak diganggu
tanpa alas an
b.
Istirahat Siang
Kurang istirahat Akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:
1)
Mengurangi jumlah AS1 yang di produksi
2)
Memperlambat proses involusio uterus dan meningkatkan
perdarahan
3)
Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk
F.
Tujuan Kunjungan Masa Nifas
Kunjungan masa nifas terdiri dari :
1.
Kunjungan I
6- 8 jam
setelah persalinan :
Tujuannya
:
a.
Mencegah perdarahan masa
nifas karena atonia uteri.
b. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, merujuk bila
perdarahan berlanjut
c. Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
d. Pemberian ASI awal.
e. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi.
f. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
2.
Kunjungan II
6 hari
setelah persalinan :
Tujuannya:
:
a.
Memastikan involusi uterus
berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus, tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau.
b. Menilai adanya tanda–tanda demam infeksi atau perdarahan abnormal.
c. Memastikan ibu mendapat cukup makanan, minuman dan istirahat
d. Memastikan ibu menyusui dengan dan memperhatikan tanda – tanda
penyakit.
e. Memberikan konseling kepada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari– hari.
3.
Kunjungan III
2 minggu setelah persalinan
Tujuannya :
Sama
dengan di atas ( 6 hari setelah persalinan )
4.
Kunjungan IV
6 minggu setelah persalinan
Tujuannya
a.
Menanyakan ibu tentang
penyakit – penyakit yang dialami
b. Memberikan konseling untuk KB secara dini (Mochtar, 1998)
Tujuan kunjungan masa nifas antara lain yaitu :
a.
Menilai kondisi kesehatan
ibu dan bayi
b.
Melakukan pencegahan
terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan
bayinya
c.
Mendeteksi adanya
komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas
d.
Menangani komplikasi atau
masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas maupun bayinya
G.
Perawatan Masa Puerperium
Perawatan pueperium lebih aktif dengan dianjurkan
untuk melakukan “ mobilisasi dini ”( early mobilization). Perawatan mobilisasi
mempunya keuntungan :
1. Melancarkan pengeluaran lokia, mengurangi infeksi pueperium
2.
Memperlancar involusi alat
kandungan
3.
Melancarkan fungsi alat
gastrointestinal dan alat perkemihan
4.
Menigkatkan kelancaran
peredaran darah, sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme
H.
Peran dan Tanggung Jawab
Bidan dalam Masa Nifas
Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam
pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab bidan dalam masa
nifas antara lain:
1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai
dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama
masa nifas
2.
Sebagai promotor hubungan
antara ibu dan bayi serta keluarga.
3.
Mendorong ibu untuk
menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
4.
Membuat kebijakan
perencanaan program kesehatan yang berkaitan dengan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi
5.
Mendeteksi komplikasi dan
perlunya rujukan
6.
Memberikan informasi dan
konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan,
mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan
kebersihan yang aman
7.
Melakukan manajemen asuhan
kebidanan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana
tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah
komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.
8.
Memberikan asuhan kebidanan
secara professi
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perawatan masa
nifas adalah perawatan terhadap wanita hamil yang telah selesai bersalin sampai
alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya kira-kira 6-8
minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetelia baru pulih kembali seperti sebelum
ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
Perawatan masa nifas dimulai
sebenarnya sejak kala uri dengan menghindarkan adanya kemungkinan-kemungkinan
perdarahan post partum dan infeksi. Bila ada perlukaan jalan lahir atau luka
bekas episiotomi, lakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-baiknya.
Penolong persalinan harus tetap waspada sekurang-kurangnya 1 jam sesudah
melahirkan, untuk mengatasi kemungkinan terjadinya perdarahan post partum.
Saran
Pada wanita yang bersalin secara
normal, sebaiknya dianjurkan untuk kembali 6 minggu sesudah melahirkan. Namun
bagi wanita dengan persalinan luar biasa harus kembali untuk kontrol seminggu
kemudian. Pemeriksaan sesudah 40 hari ini tidak merupakan pemeriksaan terakhir,
lebih-lebih bila ditemukan kelainan meskipun sifatnya ringan. Alangkah baiknya
bila cara ini dipakai sebagai kebiasaan untuk mengetahui apakah wanita sesudah
bersalin menderika kelainan biarpun ringan. Hal ini banyak manfaatnya agar
wanita jangan sampai menderita penyakit yang makin lama makin berat hingga
tidak dapat atau susah diobati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar